Aku Ke Sanpio Untuk Belajar,Refleksi Hari Pertama,Mr.Maks Galawanto
- Senin, 20 Februari 2023
- Maksimilianus Galawanto
- 0 komentar
Usai acara pembekalan pada hari Sabtu, 11 Februari yang lalu, lembaran ceritaku terus berlanjut. Kini aku memasuki episode persiapan selama kurang lebih sepekan.
Pa Kristo, guru Bahasa Inggris di SANPIO yang telah lama kukenal sebelum kegiatan pertukaran guru ini semakin intens berkomunikasi, meski hanya melalui WhatsApp. Hari-hari kami terus diisi dengan pertukaran informasi guna mempersiapkan diri untuk melakoni peran lama di situasi baru.
Aku masih ingat dengan baik bahwa dua hari setelah acara pembekalan di SANPIO itu, yang pertama kali memulai obrolan dengan ‘tuang guru’ Ito adalah saya. Terkadang pesan yang dikirim langsung tercentang biru sehingga tak lama berselang informasi yang kutanyakan langsung dijawab. Namun kadangkala ‘tuang guru’ Ito lama membalasnya karena sedang mengajar ataupun kesibukan lainnya. Mungkin juga sedang mengikuti rekoleksi dengan anak seminari, sempat aku berpikir demikian.
Sejujurnya, sejak namaku terurut dalam list nama guru yang hendak ditukar, aku merasa gugup dan cemas. “Menjadi guru di SANPIO bukanlah mudah, ia adalah lembaga yang hebat, mereka punya guru dan murid yang super” gumamku dalam hati. Sejak saat itu separuh memoriku hanya untuk SANPIO.
Di hari-hari akhir pekan persiapan ini, yang semestinya puncak dari segala persiapan justru menjadi kurang maksimal. Ada beberapa acara keluarga yang harus aku ikut. Aku sedikit dilema karena dua-duanya penting. Tak tahu mana yang harus kupilih, semuanya tentang tanggung jawab. Aku harus mengatur waktu sebaik mungkin untuk memberi sebuah kepastian.
Tepat di Minggu petang, 19 Februari 2023, sebelum aku beranjak tidur, aku sadar bahwa waktu persiapan telah usai. Aku hendak menuju medan pertukaran yang sesungguhnya di esok hari. Aku harus meyakinkan diri bahwa aku bisa. Selama sepekan berikutnya di SANPIO tugasku memang sebagai pengajar, namun sesungguhnya aku kesana sebagai pembelajar untuk memahami dinamika akademik di salah satu sekolah terbaik di kabupaten Manggarai Timur bahkan secara nasional.
Akirnya dari keyakinan itu pula aku semakin sadar bahwa SANPIO bukanlah tempatku untuk memberi ilmu, namun dari sana aku menimbah, mengais remah-remah kebaikan dalam kegiatan belajar dan mengajar dari sekolah yang berdiri kokoh di lembah kisol itu. Semua itu nantinya bisa kujadikan kado pulang ke SMAN 6 Kota Komba, Rumah aku diutus.
Artikel Terkait
SMAN 6 Kota Komba Perkuat Pembelajaran Mendalam Bersama Bapak Daniel Ando, Pengawas Kabupaten,
Sabtu, 07 Februari 2026
Refleksi Bulan Januari 2026: Ada Pergerakan Positif, Semua Bergerak Kolaboratif
Jum'at, 30 Januari 2026
Klarifikasi SMAN 6 Kota Komba Terkait Pemberitaan Detiksumba.com tentang Mantan Siswa Atas Nama Petrus Nole
Sabtu, 23 Agustus 2025
Pemilihan Pengurus OSIS SMA Negeri 6 Kota Komba Tahun 2025: Semangat Demokrasi yang Mewarnai Masa Depan
Sabtu, 25 Januari 2025