Inilah Karya Literatif Para Guru dan Pegawai SMAN 6 Kota Komba
- Jum'at, 30 Januari 2026
- Frumensius Hemat
- 1 komentar
Opini dan Refleksi
Catatan Sepekan Terakhir
Oleh: Ermelinda Lindang, S.Pd, Gr/Guru Bahasa Indonesia.
Pagi di SMAN 6 Kota Komba
Sebelumnya , koridor sekolah mungkin hanya saksi bisu dari langkah-langkah kaki yang gontai dan deru mesin motor yang terburu-buru mengejar lonceng. Terlihat satu dua orang guru berdiri di depan ruang guru, menunggu siswa dan acapkali menunggu kunci ruang guru datang. Namun, sepekan belakangan ini, ada pemandangan berbeda yang tercipta. Niat baik untuk melayani kebutuhan murid lebih sungguh, elbih displin menjadi komitmen kepala SMAN 6 Kota Komba. Maka lahirlah sebuah gebrakan baru dari koordinir piket kami, Bapak Belarminus Gissi, telah mengubah wajah sekolah menjadi lebih berseri dan tertata. Harmoni langkah-langkah kaki tercipta menyambut pagi sebelum lonceng berbunyi hingga pulang beriringan.
Pesan Pagi yang Tegas
Pukul 07.00 WITA bukan lagi sekadar angka di jam dinding. Ia telah menjelma menjadi janji. Di bawah arahan Pak Armindo begitu sapaan khasnya, seluruh siswa bahkan guru kini diharapkan hadir tepat waktu. Ritual harian diawali dengan apel pagi dan doa bersama, menjadi sebuah momen di mana kita menyerahkan hari kepada Yang Maha Kuasa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
Ada deretan puisi di balik heningnya barisan apel pagi. Di sana, kedisiplinan bukan lagi paksaan, melainkan bentuk penghormatan terhadap waktu yang tak akan pernah kembali. Tak ayal, senyuman hinggap di ratusan bibir yang berbaris rapi di depan tiang bendera. Ada secercah perubahan terlukis di tiap pemilik wajah setiap paginya.
"Kaki Pagar" sebagai Pesan Kedisiplinan
Tentu, setiap perubahan butuh pengingat. Bagi mereka yang langkahnya masih tertinggal oleh waktu (terlambat), sanksi unik telah menanti: membawa dua buah kaki pagar. Sanksi ini bukan sekadar hukuman yang memberatkan pribadi, melainkan simbol bahwa setiap pribadi adalah penopang tegaknya jiwa sekolah. Jika satu goyah, maka "pagar" kedisiplinan kita ikut melemah dan bisa ambruk tak tersisa. Hasilnya luar biasa. Dalam pantauan hampir dua pekan ini, siswa datang dan pulang kini jauh lebih teratur, begitupun guru-guru. Fenomena bolos yang dulu kerap menjadi bumbu harian, kini berangsur sirna. Mudah-mudahan virus yang satu ini lenyap permanen dari wajah SMAN 6 Kota Komba.
Administrasi Rapi
Piket menjadi jantung sekolah yang berdenyut kencang, di sebuah sekolah. demikian juga SMAN 6 Kota Komba, guru piket kini lebih sibuk dan disiplin, memastikan setiap aktivitas terdokumentasi rapi dalam buku piket. Setiap hal selalu diingatkan oleh koordinator piket. Dimulai dari pengecekan siswa yang membawa pesan disiplin (kaki pagar dan lainnya), daftar nama yang terlambat, hingga mengatur apel siang sebelum pulang. Intinya kegiatan piket terpantau langsung oleh koordinator piket. Sungguh hal yang perlu diapresiasi dan dirawat baik oleh seluruh warga sekolah. Hal kecil ini dapat menjadi motivasi kita menuju perubahan sejati.
Dimulai dari Diri Sendiri
"Kita usahakan untuk mendisiplinkan diri sendiri terlebih dahulu, sisanya yang lain akan mengikuti. Jika mau berubah, jangan lihat orang lain." ujar Pak Armindo dengan lugas. Kalimat sederhana ini mengandung pesan mendalam. Disiplin bukanlah tentang mengikuti aturan orang lain, melainkan tentang memenangkan pertarungan melawan ego sendiri. Diri sendiri merupakan fondasi untuk mengubah kebiasaan yang sudah terpola mendarah daging. Tinggal bagaimana kita memecahkan kebiasaan terpola dengan hal kecil yang mengubah semuanya. Berat memang, namun hasilnya sangat memuaskan, di mana selama sepekan lebih ini semua warga sekolah dengan sadar mengikuti gebrakan perubahan ini. Semuanya terlihat, dimulai dari jam datang sekolah, masuk kelas hingga pulang terbingkai rapi. Beberapa siswa yang sebelumnya sulit diatur sudah perlahan memiliki rasa terhadap sekolah ini. Sebab, sekolah bukan hanya tempat mengejar angka di atas kertas, tapi tempat untuk membentuk karakter yang sekeras baja menjadi selembut doa.
Kaki pagar dan deretan sanksi lainnya menjadi obor transformasi disiplin sekolah ini dan akan menjadi cerita indah untuk dikenang nantinya. Kini, sekolah kami SMAN 6 Kota Komba, bukan sekadar gedung tempat belajar. Ia telah menjadi ruang di mana waktu dihargai, dan setiap detik yang terlewat dicatat dengan penuh tanggung jawab. Mari kita jaga obor disiplin ini agar tetap menyala, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang tepat waktu. Bravo SMAN 6 Kota Komba!
Ada Cinta di Bukit Golo Kupe
(Farniana Gugut, Guru Bahasa Indonesia)
Di awal perjalananku
Ku telusuri jalan, membayangkan di mana tempat akan kutuju.
Langkah demi langkah pun aku jalani, tak terasa aku menemukan apa yang kucari.
Kakiku terasa kaku saat ku melangkah,
Dengan hati yang penuh ragu, aku pun masuk walau hati tak karuan.
Memasuki area di mana aku akan bertugas,
Keraguanku pun hilang saat kutemukan atasan yang ramah,
Guru-guru yang serba welcome.
Kadang awal pertemuan membuatku serba ragu dan takut,
Namun seiring waktu aku pun menjalani hari bersama partnerku.
Ada tawa, ada canda di sana.
Hari-hari berlalu,
Bukit Golo Kupe bukan lagi sekadar tempat tugas,
Ia menjelma menjadi rumah kedua,
Tempat aku belajar tentang arti kebersamaan,
Tentang sabar, tentang menerima, dan tentang bertumbuh.
Di antara lelah dan peluh,
Ada senyum yang menguatkan,
Ada sapaan sederhana yang menghangatkan hati.
Perlahan aku sadar,
Cinta tak selalu datang dalam bentuk yang besar,
Kadang ia hadir diam-diam,
Dalam ketulusan orang-orang di sekitarku,
Dalam pekerjaan yang kujalani dengan hati.
Dan kini aku tahu,
Ada cinta di Bukit Golo Kupe
Cinta yang mengajarkanku untuk berani melangkah,
Bertahan,
Dan mensyukuri setiap proses yang Tuhan titipkan.
Kumpulan Puisi
Kata
Waktu kita masih remaja
Mengolah kata di tengah-tengah kerja
Ada rasa tak percaya pada kata
Namun hidup terus berjalan apa adanya
Butuh waktu panjang tak terkira
Untuk menyulam menjadi makna
Tidak segampang AI yang digdaya
Kita tetap jaga yang sederhana
Semoga bisa merangkai lagi aksara
Di tahun-tahun yang serba instan dan gaya
Pikiran tak akan bisa dipenjara
Karna dia kuat dan berdaya...(Frumensius Hemat,Kisol, 28 Januari 2026)
Bangun
Kalau mimpi menjadi impian
kala lamun menjadi harapan
satu kata saja bangun!
hidup bukanlah fatamorgana
bukan indahnya panorama
pastinya hanya idea dan kerjanya
bukan kata yang tak bernyawa
bukan soal yang tampak nyata
intinya semua itu bermakna
jangan tidur terlalu lama
bangunlah dan tunjukanlah
ada pesan di ujung sana
( FrumensiusH,Kisol, 30 januari 2026)