FLS2N Tingkat SMA Se-Manggarai Timur Berakhir: Ini Catatan Reflektif Ketua MKKS SMA.
- Senin, 01 Mei 2023
- Frumensius Hemat
- 0 komentar
Catatan Awal
MKKS SMA Manggarai Timur mulai terbentuk ketika ada pemisahan tanggung jawab dan wewenang antara kabupaten/kota dengan provinsi dalam mengurus dunia pendidikan. Tercatat ada banyak giat dan program yang dibuat sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini. Seiring dengan pergantian pengurus lama dan baru tahun 2022 yang lalu, mkks SMA Manggarai Timur bergerak cepat dengan menyusun anggarn dasar dan anggaran rumah tangga, sebagai landasan dan payung hukum, sebagai pijakan dalam menata, merumuskan program kerja dan ketentuan lainnya. Sejalan dengan semakin merdekanya proses belajar mengajar dan mulai berakarnya kurikulum merdeka, ruang dan waktu bagi wadah mkks SMA semakin luas dan menyapah hampir semua komponen utama pendidikan yakni, guru atau pendidik, peserta didik dan masyarakat atau orang tua. Jalur kordinasi dan konfirmasi untuk menguatkan layanan mutu pendidikan menjadi lebih cepat, tujuan pendidikan semakin jelas terencana dan out put pendidikan semakin kuat terbina. Manggarai Timur memiliki 46 sekolah menengah atas baik negeri maupun swasta dan bergabung dalam satu wadah yang dinamakan MKKS SMA kabupaten Manggarai Timur. Untuk mempertajam refleksi ini, penulis membaginya dalam beberapa judul pemantik sebagai landasan refleksi penulis yang kebetulan didapuk sebagai ketua MKKS SMA Manggarai Timur. Ayo kita ikuti!!
Wadah Kolaborasi
Wadah MKKS SMA dalam dua tahun terakhir dinilai sebagai senjata penghancur sekat sekat pembatas antara SMA entah itu berstatus negeri ataupun swasta. Dulu rasanya agak ragu dan sulit membangun kemitraan antara SMA negeri dengan SMA swasta. Semuanya bergerak sendiri sendiri. Tanpa ada kepedulian, tanpa ada kesamaan persepsi bahwa tanggung jawab majunya pendidikan terletak pada kolaborasi antar sekolah lewat giat berbagi praktik baik, bertukar ide dan gagasan serta pengalaman dari tingkat pendidikan yang sama. SMA swasta dengan karakter dan keunikannya, begitu juga SMA negeri menampilkan wajah lain yang sulit disatukan. Tantangan terbesar MKKS SMA Manggarai Timur adalah menyamakan persepsi semua SMA, merangkai strategi dan memperkuat jaringan kerja sama yang sangat menguatkan dan menguntungkan dalam artian terbangunnya motivasi untuk menguatkan layanan dan mutu pendidikan itu sendiri. Apa yang harus dibuat??
Terbentuknya AD/ART MKKS SMA Manggarai Timur: Jembatan Emas satukan komitmen dan persepsi.
Adanya ad/adrt MKKS SMA Manggarai Timur menjadi solusi dan jembatan yang menyamakan persepsi setiap sekolah. SMA negeri dan swasta tidak lagi bergerak sendiri, berinovasi sendiri dan merasakan sendiri dinamika pendidikan itu sendiri. MKKS SMA dengan sendirinya mampu berkolaborasi dan membangun kerja sama dalam mengeksekusi berbagai kegiatan nasional secara bersama, bergotong royong memajukan pendidikan itu sendiri. Kegiatan besar dan berat sekalipun dapqt dengan mudah dilaksanakan karena solidaritas dan soliditas para kepala SMA di Manggarai Timur. Dari sini dana semakin ringan, dari sisi SDM diperkaya, dari segi fasilitas kegiatan selalu mendapat tawaran dan alternatif. Penulis melihat, keberadaan MKKS SMA yang lengkap dengan ad dan adrt ini menjadi perekat kerja sama, kolaborasi dalam menyiapkan akses dan kebutuhan belajar para peserta didik.betulkah??
Tipe pemimpin pembelajaran: kepala sekolah seperti apa?
Kali ini bicara tentang karakter sang pemimpin pembelajaran atau bicara tentang tipe kepala sekolah itu sendiri. Kadang sistem atau aturan yang baik kadang terbentur oleh karakter pemimpin di sekolah. Sepintas dibagi dalam dua tipe pemimpin di sekolah. Tipe pemimpin pembelajaran yang tidak peduli pada giat bersama di wadah mkks SMA dan tipe yang proaktif dan bersemangat dalam menjalankan giat bersama tersebut. Hal ini terbaca dalam bebrapa kegiatan bersama di mkks SMA. Tipe pertama melihat giat bersama tersebut sangat merepotkan dan menelan biaya, tidak menguntungkan dan membawa efek baik bagi sekolah, mengganggu rutinitas sekolah, melelahkan dan lain sebagainya. Ujung-ujungnya kepala sekolah tidak hadir dalam giat bersama, tidak mendapat asupan pengalaman dari kepala sekolah yang berprestasi, dan miskin ide ide kreatif dan inovasi dalam menyenangkan bagi guru dan para murid.
Tipe kedua berisi kepala sekolah yang sangat antusias dalam mengeksekusi giat bersama dalam wadah mkks SMA. Kepala sekolah dalam kelompok ini percaya bahwa giat mkks SMA menjadi momentum silahturahmi berbagi pengalaman, saling memberikan dukungan dan motivasi, berbagi praktik baik di sekolah dan yakin kebersAmaan dalam giat itu akan melahirkan inspirasi dan kreatifitas dalam mengembangkan dan meningkatkan layanan mutu pendidikan itu sendiri. Asupan pengalaman yang baik akan mempengaruhi kebijakan, menambah wawasan dalam kepemimpinan, cara pandang serta strategi dan perencanaan yang di sekolah masing-masing.
Praktik Baik dan Pembiasaan yang baik
Sekolah yang berhasil meraih prestasi di ajang apapun yang digelar MKKS SMA Manggarai Timur sudah pasti memiliki pengalaman dan pembiasaan yang baik di sekolahnya. Selalu ketua MKKS SMA, penulis mencermati dan mengumpulkan data untuk mendukung kesimpulan di atas. Tanpa verifikasi lebih mendalam saja, kesimpulan ini jelas terbaca dengan kebiasaan baik, ekstrakurikuler yang berkelanjutan dan konsisten, bahkan menjadi program unggulan dalam menempah dan membiasakan peserta didik pada kecakapan tertentu. Giat di sekolah yang terpelihara dengan baik akan mempertajam kualitas belajar peserta didik. Sedangkan sekolah yang belum berprestasi besar kemungkinan sangat minimalis dalam memberikan pendampingan dan bimbingan. Silahkan bertanya pada dua kemungkinan di atas pada pihak sekolah. Di sana pasti ada jawaban dan pengakuan.
Bukan mencari juara tapi akses belajar dan orientasi pada pemenuhan kebutuhan belajar
Aneka lomba dan kompetisi yang diselenggarakan oleh MKKS SMA Manggarai Timur adalah kesempatan dan momentum untuk membuka akses belajar baik bagi guru, kepala sekolah ataupun semua peserta didik. Pada dasarnya semua lomba diselenggarakan bagi para peserta didik. Juara sudah pasti menjadi tujuan dan bukan satu satunya tujuan. Hal substansial dari perlombaan ini adalah adanya akses dan kesempatan belajar yang akan diikuti, dirasakan dan dinikmati oleh semua peserta didik. Ketika semua sekolah mengutus peserta lomba dengan sendirinya membuktikan bahwa orientasi dan pemenuhan kebutuhan belajar adalah hal terpenting dan mendesak untuk saat ini. Itu hal yang paling eksistensial dan substansial dalam dunia pendidikan saat ini. Adanya kesempatan, adanya ruang dan waktu bagi peserta didik dalam berkompetisi dan mempertajam skill, bakat dan kemampuannya.
Kata akhir
Mkks adalah wadah para pemimpin pembelajaran untuk dapat bekerja sama dan kolaborasi dalam membentuk dan membuka kemungkinan untuk meningkatkan kapasitas kepala sekolah, guru dan peserta didik itu sendiri. Mudah-mudahan refleksi singkat dan sederhana ini memberikan inspirasi dan motivasi baru untuk para kepala sekolah dan para guru dalam mendesain arah pendidikan di sekolahnya meniadi lebih baik, yang ditandai dengan adanya pergerakan, perubahan dan menghasilkan buah.
Salam satu mkks SMA ...maju bersama hebat semua!!!
Artikel Terkait
LPI Tingkat SMA Kabupaten Manggarai Timur 2024: Laskar Kota Komba Raih Juara Satu
Rabu, 16 Oktober 2024
Laskar Jara Moka Petik Tiket Semifinal Turnamen Dies Natalis Unika St. Paulus Ruteng
Selasa, 30 April 2024
Belajar Sepak Bola: Jara Moka/SMAN 6 Kota Komba Ikuti Turnamen Unika St Paulus Ruteng
Sabtu, 20 April 2024
SMAN 6 Kota Komba Sambut Kedatangan Ketiga Pemain Persematim Di Ajang Soeratin Cup Ngada: Ada Pemberian Beasiswa!!
Selasa, 28 November 2023
Tiga Anak Jara Moka/SMAN 6 Kota Komba Dapat Beasiswa Setelah Menghantar Persematim Ke Semifinal Soeratin Cup 2023
Sabtu, 11 November 2023